Penutup Hari yg Sempurna

by widyarustiawan

Sudah seminggu ini saya ngga ngantor. Kena cacar air. Aduh males banget ya. Udah umur kepala 3 baru cacar.

Disuruh karantina dari anak pun garela. Hah?! Serumah tapi ga ketemuan. Nasib macam apa itu?!

Kay seperti layaknya anak yang biasa ditinggal kerja orangtuanya seneng banget ibunya dirumah. Kemana-mana gandeng tangan mami. Nongkrong di tangga gandeng mami. Mandi sama mami. Main sepeda, pake sepatu, semua ada mami.

Padahal kepala saya berdentum sakiiit sekali. Ya Allah..rasanya stok sabar saya menipis & entah harus beli kemana itu bibit sabar. O jangan lupa. Sakit kepala yang ngga hilang selama 4 hari itu juga berbarengan dengan meriang.

Kay yang menuntut perhatian & jadi rewel; saya bentak di kamar mandi.

Dan setelahnya saya menangis. Saya cuma bisa berbisik ditelinganya sambil memeluk “maafin mami ya nak, mami minta maaf”. Berkali-kali. Menyesal hingga hari ini, setelah lewat beberapa hari. Penyesalannya ngga bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Malamnya saat mau tidur. Anakku seperti mulai mengerti diajak ngobrol maminya. Anak 12m+ ini menanggapi ceritaku dengan antusias.

Tiba-tiba dia berdiri diatas kasur. Menjatuhkan tubuhnya ke atasku & menghujaniku dengan ciuman bertubi-tubi ke seluruh mukaku.

Mataku bersalut air yang tiba-tiba merebak. Inikah anakku yang aku bentak tadi pagi? Jiwanya yang mencintaiku tanpa mendendam menghujani mukaku yang penuh keropeng cacar dengan kasih sayangnya. Menciumku. Memelukku.

Lengkap sudah jiwaku sebagai wanita, istri & seorang ibu. Penghujung hariku selalu penuh kebahagiaan.

Josephine Kay Rustiawan, aku sayang kamu anakku.

20120615-222149.jpg

Advertisements